Penanganan Efisien Limbah Pabrik dengan Teknologi Anaerobic Waste Water Treatment

Peningkatan taraf hidup bangsa Indonesia, pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan dengan memajukan pembangunan. Salah satunya adalah dapat dilakukan dengan pembangunan Industri. Namun terkadang karena aktivitas industri dapat membawa pengaruh negatif kepada ekosistem dan lingkungan makhluk hidup di sekitarnya. Aktivitas industri dapat mengeluarkan berbagai macam limbah yang dimana mengandung bahan berbahaya atau beracun yang karena sifat, konsentrasi, dan jumlahnya, baik yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan lingkungan, kesehatan, kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.Limbah industri terdiri dari beberapa karakteristik, diantaranya adalah:

  • Limbah padat, merupakan buangan hasil-hasil industri yang tidak terpakai yang kemudian dibuang dalam bentuk padat, lumpur ataupun bubur yang berasal dari proses pengolahan, atau sampah industri. Limbah padat ini tidak hanya mencemari kualitas tanah, jika limbah industri atau pabrik tersebut mengandung air, maka dapat mencemari air tanah yang diserap oleh tanah.
  • Limbah Gas, merupakan hasil aktivitas industri seperti pembakaran, asap, sisa produksi, kebocoran gas dan lainnya. Biasanya limbah gas ini dapat mengurangi lapisan ozon atau bisa menyebabkan hujan asam sehingga tidak hanya mencemari udara, tapi juga air dan tanah.
  • Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), merupakan sisa dari aktivitas industri pabrik yang berbahaya dan atau beracun karena sifatnya, konsentrasinya, maupun jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan, merusak, dan dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia dan juga makhluk hidup lainnya.
  • Limbah Cair, dikenal sebagai entitas pencemar air yang dibuang langsung ke saluran terdekat dengan air dari suatu aktivitas pabrik seperti selokan, sungai maupun lautan. Limbah ini yang paling berbahaya bagi ekosistem karena merusak sumber konsumsi utama dari makhluk hidup terutama manusia. Hal ini bisa membuat bumi krisis akan air bersih. 

Dari hasil penelitian diketahui limbah cair industri paling sering menimbulkan masalah lingkungan seperti kematian ikan, keracunan pada manusia dan ternak, kematian plankton, akumulasi dalam daging ikan dan moluska, terutama bila limbah cair tersebut mengandung zat racun seperti: Cr. Pb, CN, Cu, F, As, Hg atau Zn yang merupakan senyawa organik yang dapat terbiodegradasi, senyawa organik yang mudah menguap, senyawa organik yang sulit terurai, logam berat yang toxic, padatan tersuspensi, nutrien, mikroba patogen, dan parasit.

Untuk mencegah limbah industri tersebut mengkontaminasi sumber air (laut, sungai, saluran air dll) terdapat alat atau teknologi untuk mengolahnya. Dimana hal itu menjadi syarat wajib dari sebuah industri untuk memiliki teknologi pengolahan limbah air pabrik (IPAL) atau biasa disebut Water Waste Treatment Plant (WWTP). Teknologi ini  mengolah limbah air dengan pengolahan primer dengan proses penyaringan, pengolahan awal, pengendapan dan pengapungan. Pengolahan ini efektif untuk polutan minyak dan lemak; pengolahan sekunder bersifat mikroorganisme untuk menguraikan bahan; disinfeksi dan lainnya. Teknologi untuk pengolahan limbah industri tersebut dapat menggunakan:

  • Anapak ICR - Anaerobic Fluctoatif Load, sistem High rate Anaerobic Reactor. Anapak-ICR menggunakan Internal Circulation yang membantu proses mixing pada influent sehingga mengencerkan limbah cair konsentrate (COD tinggi).
  • Anamem - Anaerobic High Rate MBR,  sistem Waste Water Treatment. Teknologi ANAMEM menggunakan membran sebagai proses pemisahan biomass dalam reaktor. Dengan pori membran UF yang sangat kecil biomass dapat dipisahkan secara sempurna menghasilkan kualitas efluent yang sangat jernih dengan COD yang sangat rendah. ANAMEM memastikan seluruh biomass tertahan dalam reaktor sehingga meningkatkan jumlah MLSS sampai pada level yang tertinggi (50000 - 10000 mg/liter) pada limbah cair yang sangat berat dan parah.
  • Anafloat HS - Anaerobic For High FOG & TSS
    Kandungan FOG yang tinggi dapat mendorong biomass ke permukaan reaktor dan menyebabkan terjadinya washout pada biomass. Untuk mengatasi kondisi ini kami mengembangkan reaktor dengan desain unit yang spesial untuk mengolah limbah cair dengan FOG dan TSS tinggi. Dengan desain Floatation yang unik, biomass akan terpisahkan dengan supernantant secara efektif dan dikembalikan ke dasar reaktor untuk prosesmixing dan penyerapan organik pada limbah cair.
  • BIO X - For Non Biodegradable WWTP, dengan proses oksidasi lanjutan menggunakan ion radikal Hidroksil yang bekerja sangat efektif, kuat dan cepat mengoksidasi kontaminan di dalam air. Proses tersebut menggabungkan reaksi antara Hidrogen Peroksida dan katalis yang sesuai untuk menghasilkan ion radikal -OH (Hidroksil) yang sangat kuat dan dapat dengan cepat memutuskan ikatan molekul organik.Salah satu faktor penting tersebut adalah rasio BOD to COD (BOD to COD ratio - BOD / COD). Rasio ini menunjukkan kemampuan terurai organik dalam limbah cair. Sebagian besar pencemar air limbah pada beberapa industri dikategorikan kurang atau non-biodegradable, dimana kandungan organik aromatik berkontribusi pada kondisi non-biodegradable (Non BGD).

Get A Free Webinar, Consult and Training ? Register !!