Limbah Domestik Tetap Berbahaya Terhadap Lingkungan

Limbah domestik (rumah tangga) adalah limbah cair hasil buangan dari perumahan (rumah tangga), hospitality (rumah sakit, hotel), bangunan perdagangan, perkantoran dan sarana sejenis yang memiliki dampak yang buruk bagi lingkungan. Terkadang orang tidak menyadari bahwa limbah rumah tangga sebenarnya membawa pengaruh buruk bagi kehidupan dan kelestarian makhluk hidup apalagi manusia. Limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan domestik rumah-tangga berasal dari aktivitas sehari-hari seperti mencuci tangan, baju, piring dan sebagainya, hasil buangan masakan, mencuci kendaraan, sisa makanan atau minuman, mandi, buang air besar dan kecil. Limbah tersebut juga dihasilkan oleh industri hospitality seperti hotel dan rumah sakit dengan jumlah yang lebih besar, mengingat jumlah kamar yang disediakan dan kegiatan dapur yang lebih banyak. Bahkan untuk rumah sakit lebih berbahaya lagi, karena kontaminasi bahan kimia pada alat bahkan tubuh yang dicuci melalui saluran air. 

Limbah domestik tersebut jika disalurkan langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu kepada saluran air yang pada pembuangan akhirnya adalah sumber air utama makhluk hidup apalagi manusia bisa tercemar. Jika kadar oksigen di dalam air berkurang, maka kualitas air pun bisa dikatakan buruk. Hal ini akan membawa dampak buruk yang berkepanjangan bagi keberlangsungan hidup ekosistem. Limbah domestik dapat membawa dampak buruk bagi makhluk hidup terutama manusia diantaranya:

  • Dampak dari Aspek Kesehatan, air limbah yang berasal toilet mengandung bakteri E. Coli yang dapat menyebabkan penyakit perut seperti typhus, diare, kolera. Bila tidak diolah secara memadai, limbah toilet bisa merembes ke dalam sumur (apalagi bila jarak antara sumur dan septic tank tidak sesuai baku mutu, seperti yang banyak ditemukan di permukiman padat). Bila air sumur yang sudah tercemar tersebut dimasak, bakteri akan mati, tetapi bakteri tetap dapat menyebar melalui proses lain, seperti; cuci piring, mandi, gosok gigi, wudhu dan kegiatan penggunaan air sumur lainnya tanpa melalui proses memasak.
  • Dampak dari Aspek Lingkungan, jenis limbah tertentu, seperti limbah cuci mengandung bahan kimia, kontaminasi kimia dari obat, sisa makanan atau yang dapat mempengaruhi tingkat keasaman/pH tanah. Limbah dengan kandungan bahan kimia yang dibuang ke sungai dapat mematikan tumbuhan dan hewan tertentu yang hidup di sungai. Keadaan ini dapat merusak ekosistem dan rantai makanan secara keseluruhan secara berkelanjutan.
  • Dampak dari Aspek Estetika, seperti halnya limbah padat, air limbah yang tidak diolah dapat menimbulkan masalah bau yang tidak sedap, warna air keruh dan mengendapkan zat padat yang mengapung di lautan dan tidak elok dipandang.

Terdapat berbagai cara yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah limbah cair domestik, salah satunya dengan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) atau WWTP )Water Waste Treatment Plant). IPAL adalah sarana untuk mengolah limbah cair yang dapat membantu mitigasi persoalan gangguan kesehatan dengan teknologi IPAL yang sesuai dengan standar, air bersih dan menjernihkan air keruh serta dapat terhindar dari bakteri dan kuman. Teknologi IPAL yang dapat digunakan untuk limbah domestik dapat menggunakan:

  • Flowrex - MicroDAFDAF dengan kemampuan tinggi dalam memisahkan solid serta O&G menghasilkan air yang sangat jernih bebas dari solid. Alat ini sangat cocok digunakan untuk mengolah limbah industri atau pabrik. MicroDAF menggunakan FLOWREX Technology untuk Microbubble generator yang mampu menghasilkan microbubble dengan ukuran yang sangat kecil berkisar 10 - 20 nM. Microbubble yang sangat kecil efektif mengangkat dan memisahkan solid, lemak dan minyak dalam air baik dengan menggunakan chemical maupun tanpa menggunakan chemical. MicroDAF merupakan solusi yang tepat untuk limbah dapur hotel maupun restauran ataupun industri dengan limbah cair yang mengandung banyak solid dan lemak.
  • Bioflow - STP Extended Aeration, Sewage Treatment Plant (STP) adalah  Sistem pengolahan air limbah domestik. Limbah domestik dapat diolah dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan "Sistem Extended Aeration". Pada umumnya STP sering kita jumpai pada pusat bisnis, misal Gedung Perkantoran, Mall, maupun  Rumah sakit dll. Dimana air limbah harus kita olah,agar tidak mencemari lingkungan sekitar, dan hasil olahan limbah tersebut akan rutin di periksa sample dengan uji laboratorium oleh Dinas Lingkungan Hidup daerah setempat,untuk mengetahui apakah terdapat unsur pencemaran atau tidak terhadap lingkungan, dan tentunya itu sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab pemilik STP tersebut. Pada "Sistem Extended Aeration" ini mengolah air limbah secara Biologi, dengan menciptakan suatu kondisi dimana mengembang biakkan bakteri-bakteri yang terkandung di dalam air limbah tersebut menjadi lebih baik, dan melakukan proses dekomposisi/ penguraian zat - zat pencemar secara optimal, dan aman untuk di salurkan ke Drainase kota.
  • Bioflux - STP Membrane Bio Reactor, Membrane Bio Reactor (MBR) pada prinsipnya merupakan sistem pengolahan air limbah dengan aplikasi membran yang terendam dalam bioreaktor. Proses ini menggunakan kombinasi antara conventional activated sludge (lumpur aktif konvensional) dengan teknologi membrane filtration. Kombinasi dua teknologi tersebut membuat MBR memiliki fungsi ganda sebagai degradasi bahan organik dalam limbah dan pemisahan biomassa (lumpur). Membran dapat menghilangkan fungsi proses pengendapan untuk memisahkan cairan dengan padatan (lumpur aktif) pada conventional system. Penggunaan membran membuat kinerja dari pemisahan menjadi lebih efektif karena tidak dibatasi oleh kondisi lumpur seperti waktu tinggal lumpur, waktu tinggal cairan, dan laju pembuangan lumpur.
  • Biolift - Air Lift MBR, BIOLIFT-Air Lift MBR adalah Teknologi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai diaplikasikan untuk limbah cair domestik dan industri dengan kandungan BOD < 1000 mg/liter dengan aplikasi pada : perhotelan, gedung perkantoran, Pusat Perbelanjaan (Mall) dan lingkungan perumahan. BIOLIFT Air Lift MBR menawarkan kemudahan pengoperasian, sistem yang stabil, investasi serta biaya operasional yang rendah
  • Biopure - Cross Flow MBR, Biopure - Cross Flow MBR merupakan sistem pengolahan untuk limbah cair domestik dan industri dengan kandungan BOD < 1000 mg/liter dengan aplikasi pada : perhotelan, gedung perkantoran, Pusat Perbelanjaan (Mall) dan lingkungan perumahan. Biopure - Cross Flow MBR menawarkan kemudahan pengoperasian, sistem yang stabil, investasi serta biaya operasional yang rendah

Dengan semua keunggulan yang dimiliki teknologi MBR membuat teknologi ini semakin banyak diminati sebagai solusi permasalahan limbah dan ketersediaan air bersih. Teknologi MBR dapat digunakan untuk limbah domestik dan limbah industri. Sehingga teknologi MBR sangat direkomendasikan untuk pengolahan limbah terutama di wilayah perkotaan yang semakin minim ketersediaan lahan.

Teknologi-teknologi tersebut berguna untuk diaplikasikan pada Slaughter House Industry (Pengolahan Limbah Industri Rumah Potong Hewan), Edible Oil Refinary Industry (Pengolahan Limbah Industri Penyulingan Minyak Goreng),  Palm and Oil MIll (Pengolahan Pabrik Minyak Kelapa dan Sawit), Food & Beverages Industry (Pengolahan Limbah Makanan dan Minuman), Bakery Waste Water (Pengolahan Limbah Air pada Industri Roti), Car and Truck Wash (Pencucian Mobil dan Truk), Metal Industry and Machinery and Automobile Assembly (Pengolahan Limbah Industri Logam dan Perakitan Mesin dan Mobil), Hospitality Industry : Hotel, Restaurant, Mall and Office (Limbah cair dapur Hotel, Restaurant, Mall dan perkantoran), Galvanizing Electroplating, Sludge Thickening (Penebalan Lumpur), Oil & Gas Industry (Pengolahan Limbah Gas dan Minyak), Mining Industry (Limbah Industri Pertambangan), Pharmaceuticals Industry (Limbah Industri Farmasi atau Obat).


Get A Free Webinar, Consult and Training ? Register !!