Pengolahan Limbah Industri Kertas (Pulp and Paper) dengan Teknologi Dissolved Air Flotation (DAF)

Industri kertas dan pulpa atau bubur kertas (Pulp and Paper Industry) merupakan salah satu jenis industri yang terbesar di dunia dan bahkan menjadi salah satu produk yang dibutuhkan oleh dunia dengan menghasilkan agregat produksi 278 juta ton kertas dan karton, dengan menghabiskan 670 juta ton kayu dalam pembuatannya. Ramalan pertumbuhan produksi pada dekade berikutnya diperkirakan bertumbuh 2% hingga 3,5 % dalam setahun. Hal ini menyebabkan demand atau permintaan kayu (log) yang dihasilkan dari sebuah lahan hutan seluas satu sampai dua juta hektar per tahun.

Industri kertas di Indonesia memberikan kontribusi yang cukup besar dalam export nonmigas. Walaupun demikian, industri ini juga menyumbang kerusakan yang cukup besar pula. Selain penggunaan kayu (log) dengan jumlah yang cukup banyak, dalam proses pembentukan kertas, karton dan bubur kertas ini memerlukan pasokan air dalam jumlah yang besar dalam tiap kegiatannya. Keperluan air untuk memproduksi satu ton pulp sendiri adalah sebesar 35 hingga 220 m3 dengan muatan bahan pencemar sebesar 30m3. Karena jumlahnya yang besar industri pulp and paper akan mempengaruhi kualitas dari sumber air di sekitarnya. Tidak hanya karena penggunaan air dalam jumlah yang banyak dapat mencemari lingkungan, tapi karena limbah yang dihasilkan oleh aktivitas industri. 

Dalam proses pembuatannya, kertas yang berasal dari bahan pulp melewati proses kimia yang biasanya dikenal dengan Kraft Processes dengan campuran sodium sulfat. Senyawa ini menyebabkan bau telur busuk. Kemudian limbah dari kraft pulping menghasilkan lumpur padatan (sludge) yang akhirnya dapat dibakar, disebar ke dalam tanah atau dibuang ke lapangan terbuka. Namun limbah ini juga bisa diolah menjadi kertas dengan serat yang kuat sebagai bahan majalah dengan bantuin kimia klorin.

Oleh karena itu, limbah (effluent) dari industri pulp and paper ini mempunyai nilai BOD yang tinggi, merupakan limbah COD yang tinggi serta TSS yang tinggi. Selain itu, limbah dari industri ini menghasilkan dioksin, walaupun tidak terlalu berbahaya namun karena aktivitas produksinya secara terus menerus kadar konsentrasinya akan berlipat ganda. Jika limbah ini langsung dialirkan kepada sumber atau badan air akan mengganggu dan mencemari ekosistem air sehingga dapat membunuh ikan dan hewan lainnya, mengganggu aktivitas hormon ke dalam lingkungan sehingga dapat menghabiskan jutaan liter air bersih dan dapat menimbulkan resiko terpaparnya masyarakat oleh buangan zat kimia berbahaya.


Pengolahan limbah Industri Pulp and Paper menggunakan DAF (Dissolved Air Flotation)

Karena limbah yang dihasilkan oleh industri Pulp dan Paper ini berbentuk bubur kertas dan air yang terkontaminasi dengan kontaminasi bahan kimia yang merupakan limbah air dengan COD Tinggi maka, dalam mengolah air limbah ini diperlukan instalasi pengolahan air limbah (IPAL Industri) atau Wastewater Treatment Plant (WWTP) yang baik. 

Penanganan pertama yang dapat dilakukan pada pengolahan limbah industri ini menggunakan teknologi DAF(Dissolved Air Flotation) yaitu salah satu jenis alat flotation dimana limbah dipisahkan antara flokulan dengan air. Selain penggunaan DAF dalam pemisah lemak dan minyak atau pengolahan lemak minyak, DAF ini dapat berfungsi sebagai pengolahan limbah pada industri kertas.

Proses Dissolved Air Flotation (DAF) ini menggunakan proses Flotasi atau pengapungan yang merupakan sistem pengolahan air yang efektif dalam pemisahan partikel tak terlarut dalam air. Pada dasarnya cara kerja dari DAF ini adalah mencampurkan gelembung udara kepada air yang limbah sehingga partikel pencemar akan naik ke permukaan karena massa jenisnya lebih kecil daripada air.

Cara kerja dari DAF ini terbagi menjadi beberapa tahapan, yaitu proses pemompaan air limbah menuju tangki DAF kemudian pengangkatan serat fiber pada air limbah dengan udara yang memiliki tekanan tinggi kemudian proses penggumpalan menggunakan koagulan berupa alumunium sulfat dan flokulan berupa polimer. Didalam tangki koagulasi , koagulan dengan dosis tertentu ditambahkan ke dalam air limbah dan di-mixing oleh agitator dengan kecepatan 75RPM. Air limbah dalam tangki koagulasi akan menuju tangki flokulasi dengan gravitasi dimana air limbah akan dicampur dengan flokulan dengan kecepatan 18 RPM. Kemudian air limbah secara gravitasi menuju reaktor DAF. Sebagian outlet limbah akan di recycle untuk digunakan sebagai media pembentukan microbubbles. Air yang mengapung yang telah terangkat ke permukaan akan disisihkan oleh skimmer ke bak penampungan air. 


Pelajari produk DAF (Dissolved Air Flotation) untuk pengolahan limbah Pulp and Paper, seta pada Pengolahan Limbah Air yang berminyak dan berlemak, serta limbah yang memiliki COD yang tinggi.
https://grinvirobiotekno.com/Grinvirobiotekno/detail_product/2/20/flowrex-microdaf-ipal-stp-domestik-daf-dissolved-air-flotation-rumah-sakit-apartement-hotel


Atau hubungi +6282348114479


Get A Free Webinar, Consult and Training ? Register !!