Pengolahan Air Limbah Berlumpur dengan Press Limbah (Sludge Press Dewatering) Menggunakan Multiplate Screw Press

Banyaknya jenis industri di Indonesia mengakibatkan kekeringan di beberapa daerah sehingga cadangan air bersih pun juga berkurang. Hal ini bisa terjadi karena, kegiatan industri dalam penggunaan air bersih dari sumber air seperti dalam tanah dan atau air laut mengakibatkan terjadinya intrusi air laut dan penurunan permukaan tanah akibat kosongnya air pada sungai dalam tanah.

Telah dilakukan berbagai cara dalam mengatasi krisis air seperti reboisasi hutan gundul dan penyuntikan air pada sungai-sungai kering di bawah tanah pada musim hujan oleh pemerintah maupun oknum pecinta lingkungan. Namun, hal-hal tersebut belum dapat menyelesaikan masalah karena cadangan air bersih dari tanah dan air laut tetap tidak akan dapat terpenuhi selama eksploitasi air bersih yang berlebihan dilakukan pihak industri tetap berlangsung.

Agar kegiatan industri dapat tetap berlangsung dan kebutuhan masyarakat akan air bersih dapat terpenuhi dilakukan metode daur ulang air limbah (water waste recycle). Terdapat berbagai macam teknologi yang dapat digunakan untuk menghasilkan water recycle sehingga aman bagi lingkungan serta dapat digunakan oleh industri sehingga dapat menjaga dan menghemat air bersih yang tersedia di alam.

Pengolahan Air Limbah

Umumnya pengolahan air limbah (IPAL) atau Wastewater Treatment Plant (WWTP) dilakukan dengan metode biologis dimana merupakan metode ini menggunakan mikroorganisme yang terkandung dalam limbah cair itu sendiri. Mikroorganisme ini dapat menguraikan dan menghilangkan kandungan material limbah dengan bantuan oksigen. Metode pengolahan air limbah ini sering dikenal dengan metode aerasi dimana metode ini terkadang didukung dengan equipment seperti aerator untuk memudahkan penyuplaian Oksigen ke dalam air sehingga mikroorganisme tersebut dapat berkembang biak dengan cepat dan dengan cepat bisa menghilangkan kandungan limbah pada air.

Namun, tidak semua limbah cair tersebut hanya berbentuk cair ada juga limbah cair yang mengandung padatan atau berbentuk seperti lumpur. Dalam pengolahan limbah lumpur ini sama seperti pengolahan limbah cair membutuhkan equipment dalam pengolahannya. Karena limbah cair dalam bentuk lumpur ini termasuk berbahaya jika langsung dibuang tidak hanya mencemari lingkungan air jika dibuang di air, dibuang ke tanah pun dapat mencemari kualitas tanah. Industri yang menghasilkan lumpur berbahaya ini bisa saja dihasilkan oleh limbah industri kertas, industri kimia, industri kulit, pengolahan air limbah industri petrokimia, pengolahan air limbah dari industri obat atau farmasi serta lainnya. Pengolahan limbah ini dapat menggunakan Multiplate Screw Press Sludge Dewatering.

Pengolahan Air Limbah Berlumpur dengan IPAL Industri Multiplate Screw Press Sludge Dewatering

Dengan penggunaan Multiplate Screw Press pada IPAL Industri, dapat berperan dalam mengolah limbah yang menghasilkan lumpur sebagai effluent (limbah). Sistem pengering lumpur dapat memisahkan padatan pada limbah cair  yang digunakan dalam industri kertas dimana air dipisahkan dengan serat selulosa. Paa industri kimia, Screw Press digunakan untuk karet sintetis, polimer terhidrasi dan natrium alginat. Mesin Screw Press juga dapat memisahkan limbah air dari sisa makanan dengan ekstrak alkohol sehingga padatan dari limbah tersebut dapat menjadi pakan ternak.

Sludge Dewatering dari teknologi Multiplate Screw Press adalah dengan proses pemisahan komponen dari padatan dan cair pada lumpur untuk meminimalisir limbah lumpur. Dengan penggunaan Screw Press ini adalah metode yang paling cost-effective dari metode pengolahan limbah berlumpur dan ramah lingkungan. Fungsi utamanya adalah untuk memisahkan lumpur dari limbah sehingga air yang dari limbah aman untuk dibuang ke badan air. Multiplate Screw Press adalah pengolahan air limbah yang dapat mengolah lumpur menjadi kue lumpur dengan padatan yang kering. Sehingga sangat tepat pada pemeliharaan lingkungan dan penggunaan sumber daya alam, memaksimalkan penggunaan air limbah sangat penting, terutama di daerah yang curah hujannya rendah. 

Cara Kerja Multiplate Screw Press Dewatering
Pertama-tama limbah dalam bentuk lumpur akan masuk ke penekan sekrup penguras air. Air lumpur dipompa ke ruang masuk pertama dimana aliran limbah berlumpur ke bagian lain dari Screw Press dioptimalkan menggunakan overflow.

Saat air lumpur memasuki ruang pencampuran, flokulan ditambahkan sehingga dapat membantu agregat partikel padat menjadi produk yang dikenal sebagai flok. Air lumpur dicampur dengan flokulan dengan pisau yang bergerak lambat di ruang pencampuran. Bersama-sama dengan air lumpur yang diolah, mengalir ke arah Screw Press.

Heliks sekrup memiliki pelat yang merupakan filter pembersih sendiri. Pelat yang bergerak memastikan bahwa pembersihan otomatis filter berlangsung secara terus menerus sementara pelat tetap bertindak sebagai filter. Empat batang pemandu menahan dua pelat tetap dan satu pelat bergerak. Saat sekrup bergerak, pelat yang longgar berputar. Ada celah antara pelat tetap dan pelat lepas sekitar 0,5 mm, dan air dari proses dewatering mengalir melalui ruang ini. Ada bagian tekanan di ujung sekrup yang membuat proses dewatering air limbah lebih efisien.

Pelajari Produk IPAL Industri untuk Pengolahan Limbah yang Berlumpur dengan Multiplate Screw Press Dewatering Sludge di https://grinvirobiotekno.com/Grinvirobiotekno/detail_product/4/80/multi-plate-screw-press--aerator-ipal-limbah-surface-panel-tank-gfs-suprax-tank

Atau hubungi untuk info lebih lanjut: +6282348114479


Get A Free Webinar, Consult and Training ? Register !!