Cara Kerja Reverse Osmosis Untuk Atasi Kelangkaan Air

Air bersih di dunia diprediksikan akan mengalami krisis untuk seluruh dunia. Hal ini terjadi karena pasokan air bersih yang kian menipis sementara kebutuhannya yang banyak seiring dengan pertumbuhan populasi yang kian bertambah tiap harinya. Setiap orang sendiri membutuhkan setidaknya 2 liter air perhari untuk dikonsumsi agar terhindar dari dehidrasi, belum lagi untuk kebutuhan lain seperti mencuci, memasak, mandi, dan juga kebutuhan produksi. Namun air limbah yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan tersebut menghasilkan limbah cair yang dikembalikan ke badan air dengan keadaan tercemar dengan kuantitas yang banyak. Sehingga pasokan air yang digunakan untuk aktivitas-aktivitas tersebut berkurang hingga dapat menimbulkan krisis.

Pasokan air bersih di dunia sebenarnya tersedia banyak seperti yang tersebar di permukaan bumi namun belum siap untuk langsung digunakan. Air tersebut berasal dari permukaan air laut, sungai, dasar laut dan berbentuk es pada Kutub Utara dan Selatan. Air yang terkandung pada sumber air tersebut tidak bisa langsung digunakan atau dikonsumsi karena mengandung bakteri dan kandungan garam yang tinggi (High TDS). Karena kadar garam pada air laut yang tinggi dapat berbahaya jika langsung dikonsumsi karena dapat menyebabkan dehidrasi, sementara itu kandungan bakteri atau mikroba pada air laut dapat menyebabkan diare, halusinasi, dan lainnya. Maka dari itu agar aktivitas penunjang kehidupan dapat terus berlangsung dengan pasokan air bersih yang besar. Maka sebelum air buangan dari aktivitas-aktivitas tersebut dibuang ke badan air perlu diolah terlebih dahulu menggunakan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Hal ini dapat menyeimbangkan kondisi lingkungan sehingga air yang telah digunakan tersebut aman bagi badan air/sumber air. Selain itu air dapat didesalinasi sehingga air laut yang awalnya tidak dapat digunakan menjadi air siap pakai.

Reverse Osmosis Teknologi Pengolahan Air Laut (Seawater) Dengan Metode Desalinasi

Metode desilinasi adalah proses pengawargaraman atau menghilangkan kadar garam yang berlebih pada air agar dapat menghasilkan air yang siap dikonsumsi. Metode ini dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya dengan teknik boiling (merebus air) sehingga endapan atau kandungan garam dapat terangkat dan kemudian diolah lebih lanjut serta dengan reverse osmosis. Dengan teknik reverse osmosis selain prosesnya lebih singkat dan mudah, dengan air yang diproses dengan reverse osmosis dapat menghasilkan air yang siap pakai. Metode ini sudah banyak digunakan negara-negara besar apalagi negara yang sangat kekurangan air. 

Cara Kerja Mesin Dengan Teknik Reverse Osmosis

Mesin Reverse Osmosis atau RO merupakan mesin yang dapat menyaring air agar terbebas dari kontaminan seperti mineral ataupun logam berat lainnya sehingga air yang dihasilkan mendekati murni dan sesuai dengan baku mutu air yang dapat digunakan pada berbagai aktivitas produksi.

Pada dasarnya mesin Reverse Osmosis dilihat dari segi kapasitas terbagi menjadi dua bagian yaitu residential dan industrial. Karena banyaknya yang sadar atas kebutuhan air bersih banyak perumahan yang menginstal atau memasang mesin reverse osmosis ini. Selain menghindari kekurangan air, air yang dihasilkan jernih dan siap konsumsi. 

Cara kerja mesin Reverse Osmosis dimulai dari air yang masuk melalui influent pipe atau pipa influent kemudian menuju spun filter atau filter sedimen yang akan menyaring partikel padatan seperti tanah, pasir, lumpur ataupun debu. Kemudian melalui filter granular karbon yang berfungsi untuk menyaring klorin, sedimen, dan senyawa organik pada air yang mudah menguap, berwarna, berbau dan berasa. Kemudian air yang terlah disaring tersebut akan kemabli disaring pada granular karbon. Kemudian air akan memasuki membran reverse osmosis atau semi-permeable membrane yang memiliki pori-pori yang sangat kecil yaitu 0,0001 micron sehingga diperlukan pressure ataupun tekanan atau dikenal dengan tekanan osmosis untuk masuk pada membran reverse osmosis (RO) dan menghasilkan air yang terbebas daro kontaminan. Kemudian terakhir air yang telah melalui membran akan masuk kembali ke filter post carbon filter sehingga klorin, sedimen maupun senyawa organik yang mudah menguap, berwarna, berbau dan berasa pada air akan tersaring. 

Kelebihan dari Sistem Reverse Osmosis

Reverse Osmosis dapat menghilangkan 98% padatan yang terlarut dalam air sehingga tidak ada kontaminan yang berbentuk padatan pada air yang akan digunakan atau dikonsumsi. Selain itu juga dapat mengurangi rasa, kontaminan berbahaya pada air. Di samping itu pemasangan reverse osmosis ramah lingkungan, mudah dipasang dan perawatannya yang mudah. 

Tidak hanya instalasi untuk pengolahan air (IPA) laut atau dikenal dengan Seawater Reverse Osmosis (SWRO) untuk menghasilkan air siap pakai. Penggunaan reverse osmosis juga dapat digunakan untuk air payau atau Brackish Reverse Osmosis dengan kandungan TDS yang lebih rendah menghasilkan air dengan kandungan air lebih bersih. 

 Kontaminan Apa Saja yang Dihilangkan dari Teknologi Reverse Osmosis ?

Dengan teknologi Reverse Osmosis dengan Seawater Reverse Osmosis (SWRO) atau Brackish Reverse Osmosis (BWRO) dapat menghilangkan beberapa kontaminan pada air diantaranya adalah menyaring 99% lebih garam, partikel, koloid, ion organik, bakteri dan pirogen dari kandungan air. Membran dari Reverse Osmosis (RO) juga menolak

Kontaminan apapun yang berat dan muatannya lebih dari 200 karena tidak dapat menembus membrane yang berukuran sangat kecil. 

Teknologi ini sangat efektif untuk menangani kekurangan kebutuhan dari air bersih beberapa industri dan juga air yang dihasilkan dari mesin ini aman untuk industri farmasi, industri makanan dan minuman, pengolahan metal, semikonduktor dan lainnya.

Pelajari Teknologi Recycle Air atau Pengolahan Air Laut/Payau dengan Seawater Reverse Osmosis (SWRO) dan Brackish Reverse Osmosis (BWRO) selengkapnya 
atau hubungi +6282348114479


Get A Free Webinar, Consult and Training ? Register !!