Pengolahan Limbah Industri Pangan di Jawa dengan IPAL Industri dengan Teknik Aerasi Menggunakan Aerator

Perkembangan industri saat ini makin pesat, hal ini berpengaruh pula pada pencemaran yang dihasilkan oleh industri-industri tersebut. Apalagi industri-industri di Pulau Jawa yang didominasi oleh industri pangan, yang mencemari daerah perkotaan. Hal ini menjadi pemicu perhatian masyarakat dan pemerintah daerah Jawa pada pencemaran yang dilakukan oleh industri pangan tersebut. Walaupun sangat berperan pada kehidupan sehari-hari, tapi para pelaku industri juga harus bertanggung jawab pada limbah yang dihasilkan hingga limbah tersebut memenuhi baku mutu sebelum dibuang ke lingkungan. 

Karakteristik Limbah Industri Pangan

Hasil limbah industri pangan umumnya mengandung bahan-bahan yang berasal dari kandungan pangan itu sendiri seperti karbohidrat, protein, lemak dan garam serta sisa bahan kimia dalam pengolahan dan pembersihan bahan pangan tersebut. Kandungan-kandungan limbah tersebut walaupun organik tapi bisa berbahaya terhadap lingkungan jika dibuang tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu. 

Selain itu, limbah cair yang dihasilkan dari pengolahan pangan mempunyai kandungan nitrogen yang rendah, dengan BOD dan padatan yang tersuspensi tinggi, dan proses dekomposisi yang berlangsung lebih cepat.

Kandungan dari bahan organik yang terkandung pada limbah-limbah pangan tersebut bisa direduksi dengan sendirinya dengan pengolahan limbah dengan teknik aerasi pada kolam terbuka. Karena bahan organik tersebut merupakan nutrisi bagi mikroorganisme atau bakteri pada air limbah pada kolam terbuka. Dengan pasokan nutrisi yang berlimpah makan mikroorganisme pengurai limbah juga dapat berkembang biak main cepat pula, namun dalam prosesnya membutuhkan Oksigen yang cukup banyak untuk berkembang. 

Normalnya air memiliki kurang lebih 8 ppm oksigen terlarut. Standar minimum untuk biota laut adalah 5 ppm oksigen terlarut dan jika dibawah angka tersebut dapat mengganggu kehidapan atau ekosistem dari biota laut. Kandungan bahan organik dari limbah dinyatakan dengan parameter BOD atau Biological Oxygen Demand, dimana merupakan sejumlah oksigen yang dibutuhkan oleh proses biologi mikroorganisme.

Pengolahan Limbah Industri Pangan dengan Teknik Aerasi

Biasanya pengolahan limbah industri pangan menggunakan kolam aerasi sebagai penampungan sekaligus penanganan limbah cair yang dihasilkan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya karena kandungannya yang memiliki kandungan bahan organik, serta membutuhkan Oksigen dari permukaan air yang banyak maka dalam pengolahan limbah industri pangan pada kolam aerasi dapat menggunakan teknologi pengolahan air limbah (IPAL) industri aerator kolam

Aerator kolam ini berfungsi untuk menyuplai oksigen kedalam air agar bakteri atau mikroorganisme terlarut pada air limbah lebih aman untuk lingkungan, dengan memperbesar kontak antara air dan udara. Sementara itu proses aerasi dengan menggunakan aerator ini dilakukan dengan memaksa air menuju ke tas dengan menggunakan blower atau pemutaran baling-baling yang diletakkan pada permukaan air limbah menggunakan Surface Aerator. Selain itu dapat dilakukan dengan menggunakan alat bernama Nozzle atau Porous yang berfungsi untuk memasukkan Oksigen kedalam air limbah secara langsung dengan menggunakan Floating Jet Aerator.


Pelajari Produk Aerator Kolam IPAL  pada Industri Pangan Selengkapnya Untuk Pengolahan Limbah Menggunakan Surface Aerator dan Jet Aerator.

Atau hubungi  +6282348114479


Get A Free Webinar, Consult and Training ? Register !!