Cermat Mengolah Limbah COVID-19 Dengan Membran Bio Reaktor (MBR), Cegah Penularan Lewat Mediasi Air!

Selama setahun sejak tahun 2020 lebih negara-negara di dunia sedang menghadapi permasalah serius yang sama yaitu dengan mengatasi penularan penyakit yang ditimbulkan dari Virus Corona (Covid-19) termasuk di Indonesia. Banyaknya angka kematian yang ditimbulkan oleh virus ini, membuat orang lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatannya bahkan membatasinya. Melakukan protokol kesehatan (Prokes) dibuat untuk meminimalisir penyebaran dengan menciptakan new lifestyle yaitu 3M (Mencuci tangan, Memakai masker, dan Menjaga Jarak) Hal ini dilakukan sebagai upaya pembatasan, pemutusan rantai penularan dan mengurangi jumlah kasus yang timbul dari virus ini. Kemudian ada juga langkah serius dalam penanganan orang-orang yang terjangkit virus Covid-19 oleh tenaga medis baik di Rumah Sakit maupun di tempat penanganan pasien Covid.


Namun tahukah anda, dalam upaya pengendalian jumlah kasus Covid-19 ini justru dapat menimbulkan rantai penyebaran baru yaitu melalui limbah?

  • Rantai penyebaran dari penanganan pasien berasal dari timbunan sampah medis seperti botol hand sanitizer, sabun cuci tangan, masker, sarung tangan dan APD serta limbah cuci dari alat penanganan pasien Covid-19.
  • Penyebaran dari buangan penderita Covid-19 baik Isolasi mandiri (Isoman) maupun dirawat dalam penanganan medis. Dalam hal ini yang termasuk limbah dari penderita termasuk cairan yang keluar dari mulut atau hidung, cucian alat makan dari pasien dan juga air seni dan tinja. Semua buangan tersebut sudah pasti memiliki kontaminasi dari virus Covid-19.

Jika semua limbah-limbah tersebut baik berasal dari penanganan pasien maupun pasien itu sendiri langsung dibuang ke badan air secara langsung tanpa adanya pengolahan air limbah (IPAL) terdahulu, maka akan berdampak pada orang yang bersentuhan dengan air tersebut. Sedangkan sudah jelas penularan dari virus tersebut jika orang terkena cairan dari penderita.  

Maka dari itu, dalam penanganan virus ini diharapkan pula pihak yang bertanggung jawab atas penanganan, bahkan individu yang terkena dapat memperhatikan limbahnya. Di seluruh dunia, diperkirakan lebih dari 5 juta orang diantaranya adalah 4 juta anak-anak meninggal karena infeksi atau terjangkit virus dari limbah medis yang tidak terkelola dengan baik. 

Pemutusan mata rantai penyebaran virus ini sendiri dapat dilakukan dengan pengolahan limbah medis, hal ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.P.56/MENLHK-SETJEN/2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Dimana limbah yang dibahas dalam peraturan tersebut adalah limbah yang terkontaminasi organisme patogen yang cukup rentan dapat menularkan penyakit ke manusia.

Penanganan Limbah-Limbah Dari Virus Covid-19 Dengan Menggunakan IPAL yang Tepat!

  • Untuk penanganan limbah dari penderita Covid-19 menggunakan IPAL dengan proses sekurang-kurangnya sedimentasi awal, menggunakan proses biologis baik aerobic ataupun anaerobic, sedimentasi akhir, penanganan lumpur, dan desinfeksi dengan klorinasi (setidaknya mencapai 0,1-0,2 mg/L). Setelah proses klorinasi pastikan ada kontak antara air dengan udara dengan tujuan menghilangkan klor dalam air sebelum dibuang ke badan air.
    • Untuk penanganan limbah dari penderita Covid-19 ini pada proses sedimentasi dapat menggunakan Fascon-High Rate Clarifier, teknologi pengolahan air limbah ini dapat mengendapkan air secara cepat dengan turbidity tinggi sehingga menghasilkan air sangat jernih dengan < 1 NTU Turbidity Rate.
    • Untuk proses pengolahan limbah (IPAL) secara Anaerobic dapat menggunakan beberapa teknologi anaerobic dari PT. Grinviro Biotekno Indonesia seperti Anapak UASB, Anafloat HS, Anapak FX dan lainnya.
    • Lumpur yang dihasilkan dengan proses IPAL dapat menggunakan teknologi pengering lumpur atau mesin press lumpur limbah menggunakan pengolahan limbah (IPAL) berlumpur industri Multiplate Screw Press dari PT. Grinviro Biotekno. Lumpur yang dihasilkan oleh teknologi ini dapat menghasilkan padatan lumpur 95% solids recovery rate. 

Selanjutnya lumpur hasil buangan dari Screw Press dapat dibakar di insinerator atau dikirim ke perusahaan jasa pengolahan limbah B3, jika tidak keduanya bisa dilakukan dengan penguburan. Selama limbah padat tersebut tidak mengandung air maka lumpur aman untuk dikuburkan dan tidak mengkontaminasi kandungan tanah.

  • Penanganan limbah untuk penanganan pasien Covid-19 menggunakan Membran Bio Reaktor (MBR). Karena virus Covid-19 ini dapat diangkut dalam tetesan air mikroskopis atau aerosol. Pengolahan air dengan Membran Bio Reaktor ini dapat secara efektif baik untuk air minum maupun air limbah. Adanya Oksidasi dengan asam hipoklorit atau Asam Prasetat dan inaktivasi oleh iradiasi ultraviolet, dan juga klorin dianggap dapat membunuh virus Corona. Dalam instalasinya, Membran Bio Reaktor atau STP MBR ini menggunakan efek sinergis dan mikroorganisme yang mana menguntungkan proses pengolahan limbah air dari Covid-19 ini. Dengan teknik pemisahan fisik padatan tersuspensi mampu menyaring virus yang terkonsentrasi di lumpur limbah. Selain itu Membran Bio Reaktor (MBR) dapat mengolah limbah dengan volume lebih banyak karena menggunakan konsentrasi MLSS yang tinggi.

Cara Kerja Pengolahan Air LImbah (IPAL) Industri dengan Membran Bio Reaktor(MBR)

Membrane Bioreactor (MBR) menggunakan membran berbentuk hollow fiber yang dirangkai dalam bentuk modul bulat yang melekat pada rak dan dicelupkan kepada reaktor. Aerasi dan limbah dialirkan kedalam reaktor dengan two-phase-air-water-jet dari dasar modul membran hollow tadi. Sistem ini menghasilkan distribusi MLSS yang merata melalui modul dan mencgah mengendapnya padatan di permukaan membran. Agar proses pengolahan air limbah ini dapat berjalan dengan baik maka jumlah dari membran yang dipakai sesuai dengan kapasitas air limbah yang dialirkan ke MBR. Maka dari itu desain untuk influent dan effluent harus disesuaikan dengan debit air yang dialirkan (kapasitas). 

Membran Bio Reaktor (MBR) menggunakan lapisan tipis yang dapat digunakan untuk memisahkan komponen yang berbeda berdasarkan sifat permeabilitasnya. Teknologi IPAL Industri ini menggunakan Membran Bio Reaktor ini (MBR) diantaranya adalah proses operasional yang lebih sederhana, dapat berlangsung dalam suhu kamar, memiliki sifat destruktif sehingga tidak menghasilkan perubahan (degradasi) dari zat yang dapat dipisahkan baik secara fisik maupun kimia, serta perawatannya yang muda karena Membrannya dapat digunakan kembali. 

Setiap membran dilengkapi dengan pompa influent agar lumpur dapat dialirkan ke tangki aerasi. Ini dimaksudkan agar mikroorganisme pada lumpur aktif tetap aktif dan terjadi penumpukan lumpur di reaktor kemudian aliran dari lumpur tersebut digunakan kembali (recycle) dialirkan secara gravitasi menuju sistem aerasi.

Pelajari Teknologi Pengolahan Air Limbah (IPAL) industri rumah sakit dan untuk penanganan Covid-19 dengan teknologi Membrane Bio Reaktor (MBR)


Get A Free Webinar, Consult and Training ? Register !!