Cermat Mengolah Limbah Berlupur Untuk Kepentingan Air Bersih Masyarakat Kita

Terdapat berbagai macam industri yang menghasilkan limbah di Indonesia seperti industri yang betul-betul memanfaatkan sumber daya seperti air dan kemudian menghasilkan air limbah (effluent). Namun siapa sangka bahwa perusahaan air minum sekalipun yang biasanya menghasilkan dan mendistribusikan air bersih bisa saja menghasilkan limbah. Perusahaan Air Minum di Kota Pontianak menghasilkan limbah lumpur dalam proses produksi air bersihnya. Kandungan yang dihasilkan dalam lumpur itu dideteksi mengandung alumunium akibat dari proses pengolahan air bersih menggunakan aluminium sulfat atau tawas. Adanya limbah berlumpur ini dinilai berbahaya bagi masyarakat dan juga lingkungan air laut karena mengandung bahan berbahaya dan beracun.


Proses pengolahan air minum yang digunakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum Kota Pontianak bahkan beberapa perusahaan air minum sejenis dari beberapa daerah lainnya masih menggunakan sistem yang konvensional dimana dengan metode dengan penggunaan tawas atau Aluminium Sulfat (Al2(SO4)3) tersebut menghasilkan lumpur dari proses Koagulasi dan Flokulasi. Perusahaan ini sudah menggunakan metode ini sejak didirikannya dan dioperasikan namun tidak pernah mengolah limbahnya secara optimal. Akibatnya masyarakat terkena dampak dari limbah ini. Aluminium Sulfat ini sendiri adalah ion logam berat yang beracun yang jika dikonsumsi akan menyebabkan beberapa penyakit. Jika limbah lumpur dari hasil proses pengolahan air dari PDAM Pontianak ini mengalir ke daban air bisa berbahaya bagi masyarakat yang mengonsumsinya. 


Maka dari itu langkah yang harus dilakukan oleh pihak perusahaan air minum Pontianak dan beberapa perusahaan sejenis di daerah lainnya yang belum mengolah limbahnya secara optimal adalah dengan menggunakan instalasi pengolahan (IPAL) lumpur dalam pengolahan airnya. Diperlukan pengolahan lumpur seperti sludge dewatering dengan teknologi dewatering press atau press limbah sebagai salah satu bagian dari struktur pemrosesan limbah lumpur.

Pengolahan Limbah Lumpur dengan Multiplate Screw Press Sludge Dewatering

Pada prinsipnya mesin pengolahan lumpur Multiplate Screw Press ini terdiri dari tiga tahapan proses pengolahan limbah dan tujuan utamanya adalah mengurangi kadar padatan lumpur dari air dengan metode press limbah. Teknologi ini merupakan teknologi pengolahan dan pengeringan lumpur yang lebih efisien. Proses pengolahan lumpur dengan teknologi ini menggunakan sekrup untuk mengoyak lumpur. Pertama-tama lumpur melawati proses penebalan dimana cincin pada ruang pengolahan pada mesin screw press bergerak naik turun secara relatif sehingga sebagian besar air akan keluar dari zona penebalan menuju tangki filtrasi. Lumpur yang sudah ditebalkan tadi akan bergerak menuju zona dewatering atau proses pengeringan dengan pelat ditekan dengan ulir sekrup. Kemudian pada proses akhir cincin yang bergerak berputar terus menerus ke atas dan ke bawah dengan bantuan sekrup yang berjalan, sementara celah antar cincin mencegah penyumbatan. Kemudian kue lumpur yang disaring didorong ke depan oleh poros dan dibuang ke ujung. 


Pelajari Produk Multiplate Screw Press Sludge Dewatering (Press Limbah) Selengkapnya Untuk Menciptakan Lingkungan yang Aman Bagi Masyarakat https://grinvirobiotekno.com/Grinvirobiotekno/detail_product/4/80/multi-plate-screw-press--aerator-ipal-limbah-surface-panel-tank-gfs-suprax-tank


Hubungi +6282348114479


Get A Free Webinar, Consult and Training ? Register !!